Tugas Pengayaan Materi Pertemuan 15 (Patologi Umum Veteriner )

 

1.      Gangguan pertumbuhan ada 3 macam, jelaskan

Jawab:

a.      Perubahan ukuran sel

Perubhahan ukuran sel yang menjadi kecil berarti ukuran fisik dan struktur tubuh juga mengalami perubahan.

b.      Perubahan differensiasi sel

Proses perkembangan sel yang bersifat tidak khusus (bisa berubah menjadi sel apa saja) menjadi sel yang lebih khusus, contohnya adalah diferensiasi sel punca menjadi sel epitel kulit.

c.       Perubahan dari pembelahan sel

Pembelahan sel adalah peristiwa dimana sebuah sel membelah menjadi dua atau lebih menjadi sel baru. Pembelahan Sel merupakan cara sel memperbanyak diri atau yang disebut dengan reproduksi.

 

2.      Jelaskan apa yang disebut hipertrofi, hiperplasia, atrofi, hypoplasia

Jawab:

a.       Hipertrofi : peningkatan volume jaringan atau organ oleh pembesaran sel yang ada, tetapi tidak dalam jumlah

b.      Hiperplasia : peningkatan volume jaringan atau organ yang tidak normal yang disebabkan oleh pembentukan dan pertumbuhan sel normal baru

c.       Atrofi : Pengecilan jaringan, organ, atau seluruh tubuh, akibat kematian dan reabsorpsi sel, berkurangnya proliferasi sel, berkurangnya volume sel, tekanan, iskemia, malnutrisi, berkurangnya fungsi, atau perubahan hormonal.

d.      Hipoplasia : perkembangan organ atau bagian yang tidak lengkap atau terhenti

 

3.      Apa perbedaan antara hipertrofi dan hyperplasia

Jawab:

Hiperplasia dan hipertrofi adalah dua cara agar ukuran sel dapat meningkat. Hiperplasia merupakan peningkatan jumlah sel, sedangkan hipertrofi adalah peningkatan ukuran sel. Selama hipertrofi, sel membesar karena terisi dengan lebih banyak sitoplasma. Ini dapat menyebabkan peningkatan kekuatan atau fungsi jaringan. Selama hiperplasia, sel-sel baru terbentuk saat sel-sel yang ada membelah. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan jumlah sel dan ukuran keseluruhan jaringan.

 

4.      Dalam beberapa kasus terdapat kombinasi antara hipertrofi dan hiperplasia. Pada kejadian apa hal tersebut dapat terjadi. Berikan contohnya

Jawab:

Hiperplasia dan hipertrofi adalah dua proses yang berbeda, namun sering terjadi bersamaan dan dapat dipicu oleh rangsangan yang sama. Sebagai contoh, hipoksia kronis yang merupakan stimulus yang dikenal menginduksi hyperplasia/hipertrofi pada sel-sel neurosekretori penginderaan hipoksia, seperti sel glomus tubuh karotis, yang sering dikaitkan dengan perubahan fungsi kemoreseptor.

 

5.      Apa yang terjadi pada tubuh khususnya organ kalau terdapat sel-sel yang atrofi. Apa yang dilakukan untuk mempertahankan ukurannya?

Jawab:

ubiquitin-proteasome system

Di otot, sistem ubiquitin-proteasome diperlukan untuk menghilangkan protein sarkomer saat terjadi perubahan aktivitas otot. Penurunan massa otot dikaitkan dengan: (1) peningkatan konjugasi ubiquitin menjadi protein otot; (2) peningkatan aktivitas yang bergantung pada ATP proteasomal; (3) peningkatan pemecahan protein yang dapat diblokir secara efisien oleh proteasome inhibitor; dan (4) peningkatan regulasi transkrip yang mengkode ubiquitin, beberapa enzim konjugasi ubiquitin (E2), beberapa ligase ubiquitin-protein (E3) dan beberapa subunit proteasome.

 

autophagy-lysosome system

Autophagy memainkan peran penting dalam pergantian komponen sel baik dalam kondisi konstitutif maupun sebagai respons terhadap berbagai rangsangan, seperti stres seluler, kekurangan nutrisi, kelaparan asam amino, dan sitokin. Tiga mekanisme berbeda telah dijelaskan pada mamalia untuk pengiriman kargo autophagic ke lisosom: macroautophagy, autophagy yang dimediasi pendamping (CMA) dan microautophagy. Dalam sebuah penelitian yang menganalisis kontribusi CMA terhadap pemecahan protein di berbagai organ tikus yang dipuasakan, diduga bahwa peningkatan proteolisis di hati dan jantung hewan yang dipuasakan melibatkan aktivasi CMA, tetapi hal ini tidak terjadi pada otot rangka.

 

6.      Jelaskan perbedaan antara atrofi fisiologis dan patologi dan berikan contohnya

Jawab:

Atrofi fisiologis disebabkan oleh otot rangka yang kurang digunakan secara umum (misalnya, terbaring di tempat tidur). Atrofi patologis ditandai sebagai hilangnya stimulus ke wilayah tertentu (misalnya, penuaan)

 

7.      Apa yang disebut metaplasia dan dysplasia

Jawab:

a.       Metaplasia, perubahan dari satu jenis sel yang berdiferensiasi ke jenis sel lain dari lapisan benih yang sama (misalnya, dari epitel bersilia menjadi epitel skuamosa bertingkat di saluran pernapasan)

b.      Displasia, perkembangan abnormal atau pertumbuhan jaringan, organ, atau sel. Perubahan abnormal pada jaringan karena kelainan pada fungsi sel-sel komponen, tetapi tidak termasuk kanker. Displasia pada epitel umumnya berkembang menjadi kanker.

 

8.      Jelaskan yang anda ketahui tentang tumor dan berapa golongan pembagiannya dan jelaskan perbedaannya

tumor, juga disebut neoplasma, merupakan massa jaringan abnormal yang muncul tanpa sebab yang jelas dari sel-sel tubuh yang sudah ada sebelumnya, tidak memiliki fungsi tujuan, dan ditandai dengan kecenderungan pertumbuhan yang mandiri dan tidak terkendali.

Tumor dibagi mejadi 2 golongan besar:

·         Tumor jinak (benign)

·         Tumor ganas ( malignant) atau yang popular dengan sebutan Kanker/Carcinoma

Dalam beberapa kasus, sel-sel tumor tampak normal; perbedaan antara mereka dan sel-sel tubuh normal hanya dapat dilihat dengan tingkat kesulitan. Tumor seperti itu lebih sering jinak daripada tidak. Tumor lain terdiri dari sel-sel yang tampak berbeda dari jenis dewasa normal dalam hal ukuran, bentuk, dan struktur; biasanya milik tumor yang ganas. Sel-sel tersebut mungkin berbentuk aneh atau diatur dengan cara yang terdistorsi. Dalam kasus yang lebih ekstrim, sel-sel tumor ganas digambarkan primitif, atau tidak berdiferensiasi, karena telah kehilangan wujud dan fungsi dari jenis sel khusus (normal) tertentu yang merupakan pendahulunya. Sebagai aturan, semakin sedikit sel-sel tumor ganas yang berdiferensiasi, semakin cepat tumor diharapkan untuk tumbuh.

 

9.      Jelaskan tentang Cancer

Jawab:

Sel kanker dibedakan dari sel normal dengan dua sifat dasar. Pertama, kanker memiliki kelainan dalam pengaturan pembelahan sel dan kelangsungan hidup. Sebagian besar sel dalam tubuh manusia tidak aktif membelah pada saat tertentu. Masuk ke siklus sel dikontrol ketat dalam sel normal. Namun, banyak kanker memiliki perubahan pada satu atau lebih protein yang mengatur aktivitas mitosis. Sel normal juga akan mengalami apoptosis – kematian sel terprogram – sebagai akibat dari berbagai kondisi termasuk kerusakan genom yang luas. Sel-sel kanker, bagaimanapun, sering mengalami perubahan pada gen yang mengendalikan apoptosis dan, oleh karena itu, bertahan dalam kondisi yang biasanya mematikan.

Ciri kedua sel kanker yang membedakannya dengan sel normal adalah kemampuannya untuk bermetastasis. Metastasis mengacu pada sel kanker yang memperoleh kemampuan untuk melepaskan diri dari sel tetangga, melintasi batas jaringan, masuk dan melakukan perjalanan melalui limfatik dan pembuluh darah, dan kemudian tumbuh di lingkungan jaringan asing.

 

10.  Jelaskan klasifikasi tumor berdasarkan asal tumor dan tingkat keganasannya

Jawab:

a.       Epitelial (berasal dari permukaan epitel/squamous atau glandular)

·         Benign:

papilloma: permukaan epitel

adenoma: epitel kelenjar

·         Malignant:

carcinoma: squamous/epitel kelenjar kelenjar

b.      Non-Epitelial (berasal dari jaringan ikat/fibrosa, tulang rawan, tulang, otot)

·         Benign: fibroma, chondroma, osteoma

·         Malignant: fibrosarcoma, chondrosarcoma, osteosarcoma

c.       Dermal cyst tumour: berasal dari kelainan embrionik dalam pertumbuhan, terdiri dari 1 lapis germinativum, ectoderm, mengandung gigi, rambut, dan struktur dermal lainnya

d.      Teratoma: berasal dari kelainan embrionik, terdiri dari 1 atau 2 lapis germinativum

 

11.  Jelaskan jenis penyebaran tumor

Jawab:

a.       Local  invasion.  Invasi tumor menyebar ke sekeliling jaringan. Ct: sekitar berkas syaraf

b.      Lymphatic spread. Tumor menyebar melalui pembuluh limfe dari original tumor

c.       Vascular spread. Tumor menyebar melalui vena dan venule dari original tumor

d.      Trans coelomic spread. Penyebaran tumor melalui coelomic spaces

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH REVIEW JURNAL : PARASITOLOGI VETERINER II

Catatan Metabolisme : Fisiologi Veteriner II