Catatan Metabolisme : Fisiologi Veteriner II
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Metabolism | Fisiologi Veteriner II | |
QUESTIONS | NOTES | |
Pengertian metabolisme serta mekanismenya |
Pencernaan: Proses yang terjadi di dalam tubuh hewan untuk memecah makanan menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh. Pencernaan terdiri dari beberapa tahap, yaitu mekanis, kimia, dan absorbsi. Transportasi: Setelah nutrisi diserap oleh tubuh, nutrisi tersebut kemudian diangkut ke seluruh tubuh hewan melalui sistem peredaran darah. Respirasi: Proses penggunaan oksigen oleh tubuh hewan untuk menghasilkan energi yang diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh, seperti bergerak, berkembang biak, dan pertumbuhan. Ekskresi: Proses pembuangan sisa-sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh hewan, seperti urea dan kotoran, melalui organ-organ ekskresi, seperti ginjal dan usus.
Anabolisme hewan adalah proses metabolisme, melibatkan pembentukan senyawa kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, dan memerlukan energi. Bertujuan untuk memperbaiki, memperbaharui, dan membangun jaringan tubuh, seperti otot, tulang, dan organ-organ lainnya. Contoh dari proses anabolisme hewan adalah sintesis protein, sintesis asam lemak, dan pembentukan glikogen. Proses anabolisme melibatkan beberapa reaksi biokimia, termasuk reaksi pembentukan ikatan peptida untuk sintesis protein, reaksi polimerisasi untuk sintesis asam lemak, dan reaksi glukoneogenesis untuk pembentukan glikogen. Proses anabolisme memerlukan energi yang diperoleh dari proses katabolisme, yaitu proses metabolisme yang melibatkan pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dan menghasilkan energi.
Katabolisme hewan adalah serangkaian reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh hewan untuk mengubah senyawa kompleks, seperti karbohidrat, lemak, dan protein, menjadi senyawa yang lebih sederhana dan menghasilkan energi. Berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh hewan, dan juga berperan dalam proses detoksifikasi dan penghilangan zat-zat yang berbahaya dari tubuh. Proses katabolisme hewan melibatkan beberapa reaksi biokimia, termasuk glikolisis untuk pemecahan glukosa, beta-oksidasi untuk pemecahan asam lemak, dan degradasi protein untuk pemecahan asam amino. Reaksi-reaksi ini menghasilkan energi dalam bentuk ATP (adenosine triphosphate), yang dapat digunakan untuk berbagai fungsi tubuh, seperti gerakan, pembentukan zat baru, dan pembelahan sel. | |
| ||
Pengertian termoregulasi serta mekanismenya |
Mekanisme termoregulasi endogen meliputi: Kontraksi otot: kontraksi otot dapat memproduksi panas tubuh untuk meningkatkan suhu tubuh. Vasokonstriksi dan vasodilatasi: vasokonstriksi (pelebaran pembuluh darah) dapat mengurangi aliran darah ke kulit, sehingga mengurangi hilangnya panas dari tubuh. Sementara itu, vasodilatasi (penyempitan pembuluh darah) dapat meningkatkan aliran darah ke kulit, sehingga meningkatkan hilangnya panas dari tubuh. Peningkatan produksi panas tubuh: produksi panas tubuh dapat meningkatkan suhu tubuh melalui proses metabolisme, seperti proses oksidasi lemak dan karbohidrat. Mengurangi kehilangan panas: organisme dapat mengurangi kehilangan panas melalui proses evaporasi, seperti berkeringat dan mengatur pernapasan.
| |
Menghindari sinar matahari langsung, mencari tempat yang lebih sejuk, atau mencari tempat yang lebih hangat | ||
Fungsi dan bagian-bagian kalorimeter (beserta gambar) |
Dalam kalorimeter, jumlah kalori dapat diukur dengan mengukur perubahan suhu air yang terkait dengan pembakaran atau penggunaan bahan bakar tertentu. Biasanya, kalorimeter terdiri dari dua wadah: satu yang diisi dengan air dan satu lagi yang digunakan untuk menampung bahan bakar atau makanan yang akan diukur kalorinya. Setelah bahan bakar dibakar atau makanan dikonsumsi, panas yang dihasilkan akan ditransfer ke air, menyebabkan perubahan suhu air. Dari perubahan suhu air ini, jumlah kalori yang terkandung dalam bahan bakar atau makanan dapat dihitung. Bagian-bagian utama dari kalorimeter meliputi: Wadah besar: wadah besar biasanya terbuat dari bahan yang baik menghantarkan panas, seperti tembaga atau aluminium. Wadah besar berfungsi untuk menampung cairan dan sampel yang akan diukur kalornya. Wadah kecil: wadah kecil terbuat dari bahan yang tahan terhadap panas, seperti kaca atau plastik. Wadah kecil berfungsi untuk menampung sampel atau zat yang akan diukur kalornya. Isolator termal: isolator termal digunakan untuk mengisolasi kalorimeter dari lingkungan sekitar agar tidak ada panas yang keluar atau masuk ke dalam kalorimeter selama pengukuran. Thermometer: termometer digunakan untuk mengukur suhu awal dan suhu akhir dari cairan dalam kalorimeter. Stirrer: stirrer digunakan untuk mengaduk sampel atau zat dalam wadah kecil sehingga reaksi kimia atau fisika dapat terjadi dengan lebih baik dan merata. | |
| ||
Jelaskan faktor yang mempengaruhi laju metabolisme | Ukuran tubuh: Semakin besar ukuran tubuh hewan, semakin tinggi metabolismenya karena membutuhkan energi yang lebih besar untuk mempertahankan fungsi tubuh yang lebih besar. TAPI!!!!!!!!! Hewan yang lebih besar atau obesitas memiliki metabolisme yang relatif lebih rendah karena tubuh mereka memerlukan jumlah energi yang lebih sedikit untuk mempertahankan fungsi tubuh yang lebih besar atau jumlah lemak yang lebih banyak. Hal ini dikarenakan jaringan lemak tidak memerlukan banyak energi untuk dipertahankan dibandingkan jaringan otot. Hewan yang lebih besar atau obesitas cenderung memiliki jumlah massa otot yang lebih rendah dibandingkan hewan yang lebih kecil atau kurus. Massa otot memiliki peran yang penting dalam metabolisme karena otot memerlukan banyak energi untuk mempertahankan dirinya sendiri dan berkontribusi terhadap jumlah kalori yang terbakar dalam sehari. Usia: Metabolisme cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini disebabkan oleh penurunan massa otot dan peningkatan jumlah lemak dalam tubuh pada usia yang lebih tua. Aktivitas fisik: Hewan yang aktif secara fisik memiliki metabolisme yang lebih tinggi karena membutuhkan energi yang lebih banyak untuk melakukan aktivitas tersebut. Tingkat hormon: Hormon seperti hormon tiroid dapat meningkatkan atau menurunkan metabolisme. Misalnya, jika produksi hormon tiroid meningkat, maka metabolisme juga akan meningkat. Jenis makanan: Jenis makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi metabolisme. Beberapa jenis makanan seperti protein dan serat dapat meningkatkan metabolisme karena membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna dan diserap oleh tubuh. Suhu lingkungan: Suhu lingkungan juga dapat mempengaruhi metabolisme hewan. Hewan yang hidup di lingkungan yang lebih dingin cenderung memiliki metabolisme yang lebih tinggi untuk mempertahankan suhu tubuhnya. Genetika: Faktor genetika juga dapat mempengaruhi metabolisme hewan. Beberapa spesies hewan memiliki metabolisme yang lebih tinggi secara alami karena faktor genetik. | |
| ||
Jelaskan pembagian hewan berdasarkan suhu
| Yang dipelajari di lab ada homoioterm (darah panas) dan poikiloterm (darah dingin) Endoterm "berdarah panas", memiliki kemampuan untuk menghasilkan panas dari dalam tubuh mereka sendiri untuk mempertahankan suhu tubuh mereka dalam rentang yang tepat. Contoh hewan endoterm termasuk mamalia dan burung. Hewan endoterm dapat mempertahankan suhu tubuh yang relatif stabil meskipun suhu lingkungan berubah. Eksoterm "berdarah dingin", tidak dapat menghasilkan panas dari dalam tubuh mereka sendiri dan bergantung pada sumber panas eksternal seperti sinar matahari untuk mempertahankan suhu tubuh mereka. Contoh hewan eksoterm termasuk reptil, ikan, dan beberapa jenis serangga. Hewan eksoterm cenderung memiliki suhu tubuh yang fluktuatif dan tergantung pada suhu lingkungan. Poikiloterm atau hewan "berubah-ubah suhu", memiliki suhu tubuh yang bervariasi tergantung pada suhu lingkungan sekitarnya. Contoh hewan poikiloterm termasuk beberapa jenis ikan dan serangga. Hewan poikiloterm dapat menyesuaikan suhu tubuh mereka dengan cepat dengan mengubah perilaku mereka, seperti basking di bawah sinar matahari atau berlindung di tempat yang lebih dingin. | |
Suhu normal hewan (Sapi, Kuda, Anjing, Kucing, Aves, dan katak) |
| |
Perbedaan laju metabolisme istirahat dan laju metabolisme basal
| Laju metabolisme istirahat (Resting Metabolic Rate/RMR) dan laju metabolisme basal (Basal Metabolic Rate/BMR)
| |
SUMMARY | ||
DARI LAPORANKU Hewan homoiterm memiliki kemampuan dalam mempertahankan suhu tubuhnya. Hewan-hewan ini memiliki tingkat metabolisme yang tinggi memungkinkan menghasilkan panas secara internal, digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh tetap konstan saat menghadapi perubahan suhu lingkungan. Sedangkan, hewan poikiloterm seperti katak merupakan memiliki suhu tubuh yang menyesuaikan dengan suhu lingkungan di sekitarnya, sehingga tingkat metabolismenya lebih rendah daripada hewan endotermik, dan kebutuhan energi biasanya juga lebih rendah. | ||
PHYSIOLOGY | METABOLISM | SAT, APR 29 |
Catatan Tambahan (Diluar TP dan lab.)
Mekanisme metabolisme juga dipengaruhi oleh hormon dan enzim. Hormon merupakan senyawa kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin untuk mengatur metabolisme dalam tubuh. Hormon insulin, misalnya, membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel-sel tubuh. Enzim, di sisi lain, adalah protein yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh. Setiap reaksi metabolisme memerlukan enzim yang spesifik dan katalisatornya, sehingga reaksi dapat berlangsung dengan lebih cepat dan efisien.
Metabolisme Aerob |
|
Metabolisme Anaerob |
|
Metode pengukuran laju metabolisme | Dapat dilakukan melalui pengukuran suhu tubuh, aktivitas hormon tiroid, atau pengukuran laju respirasi.
|
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar