CONTOH REVIEW JURNAL : PARASITOLOGI VETERINER II

 

REVIEW JURNAL

Nurul Husnah Auralia (C031211084)

 

Judul Artikel

Ectoparasites of medical and veterinary importance: drug resistance and the need for alternative control methods

 

Penulis

 

Carol M. McNair

Nama Jurnal

 

 

Journal of Pharmacy and Pharmacology

Tahun, halaman

 

 

2015;67(3):351-363

Tujuan Penelitian

 

Jurnal ini bertujuan untuk meninjau keefektifan metode pengendalian saat ini dan membahas alternatif potensial untuk pengendalian berkelanjutan jangka panjang parasit luar.

 

Abstrak

Ektoparasit pada ternak domestik dan ikan budidaya (misalnya kutu gembala pada domba, kutu pada unggas, dan kutu laut) juga menjadi perhatian mengingat tekanan yang semakin meningkat pada pasokan pangan dunia. Parasit-parasit ini telah menjadi resisten terhadap beberapa kelas pestisida, sehingga pengendalian menjadi sangat sulit. Belakangan ini, penelitian yang semakin banyak difokuskan pada metode pengendalian alternatif seperti regulator pertumbuhan serangga, pengendalian biologis dengan menggunakan minyak esensial atau fungi, serta pengembangan vaksin terhadap beberapa ektoparasit yang memiliki kepentingan medis dan veteriner.

 

Metode Penelitian

 

Artikel membahas berbagai metode kontrol alternatif (pengaturan tumbuh  serangga, kontrol secara biologis dan vaksinasi), termasuk eksperimen laboratorium, tinjauan literatur, atau kombinasi pendekatan.

 

Pembahasan

 

·         Modus resistensi sama dalam setiap kelas obat, diragukan bahwa obat baru dari kelas yang saat ini digunakan akan efektif melawan ektoparasit, karena mutasi yang bertanggung jawab atas resistensi terhadap pengobatan saat ini cenderung memberikan resistensi terhadap alternatif. kelas-kelas itu. Potensi redundansi kelas pestisida seperti organofosfat dan piretroid sintetik membuat pengembangan dan identifikasi obat baru diinginkan. Pengatur tumbuh serangga (IGR) menawarkan alternatif yang potensial, tetapi dengan ini juga ada potensi menjadi korban perlawanan di masa depan. Faktanya, resistensi telah diamati pada beberapa  IGR pada spesies hama lainnya

·         Penggunaan senyawa alami seringkali sangat efektif secara in vitro, tetapi ada kekhawatiran tentang apakah aktivitas ini dapat dicocokkan secara in vivo, karena produk dapat terdegradasi, atau dalam kasus inang seperti domba, berpotensi hanyut. Uji coba in vivo yang ketat akan diperlukan sebelum senyawa tanaman baru dapat dianggap sebagai metode kontrol yang andal untuk ektoparasit ini.

·         Penggunaan konidia jamur sebagai metode pengendalian infestasi menawarkan alternatif lain. Ini merupakan metode pengendalian yang digunakan terhadap banyak hama tanaman utama, serta penyelidikan awal telah mulai menilai potensinya untuk mengendalikan parasit hewan seperti P. ovis dan D. gallinae. Seperti produk tanaman, ada kekhawatiran tentang kemampuan konidia untuk tetap berada di inang cukup lama untuk memiliki efek pada parasit, tetapi penelitian awal di bidang ini telah menunjukkan beberapa harapan, dengan konidia M. anisopliae yang mampu menembus P. ovis di host

·         Metode pengendalian alternatif lain untuk beberapa (tetapi tidak semua) infestasi ektoparasit adalah pengembangan vaksin untuk memberikan kekebalan pada spesies target. Vaksinasi terbukti bermanfaat untuk beberapa infestasi hewan seperti keropeng domba, tungau merah unggas, dan kutu laut. Kelompok penelitian saat ini sedang menyelidiki target potensial dalam parasit ini untuk digunakan dalam vaksin. Sampai saat ini, tidak ada antigen yang diuji memberikan perlindungan yang lengkap, tetapi ada kemungkinan kombinasi antigen yang masing-masing memberikan beberapa tingkat perlindungan dapat digunakan untuk melindungi ternak dari parasit ini

.

Kesimpulan

 

Rentang obat yang tersedia untuk pengobatan infestasi ektoparasit pada manusia maupun ternak tidak efektif. Karena sifat persisten dari parasit-parasit ini, repertoar obat yang tersedia telah digunakan secara intensif melawan mereka. Hal ini telah menyebabkan evolusi resistensi obat pada semua spesies yang dibahas di sini, membuat pengobatannya semakin sulit. Ketika lebih banyak kelas obat menjadi tidak berguna karena resistensi, target obat baru dan/atau metode pengendalian alternatif harus dikembangkan. Berbagai alternatif tersedia, namun dibutuhkan penelitian yang cukup banyak sebelum ini dapat dipasarkan. Tindakan sekarang diperlukan untuk mengatasi masalah ini, atau kita akan berisiko mencapai titik di masa depan di mana tidak ada obat yang efektif terhadap ektoparasit umum yang tersedia, dan prevalensinya akan semakin meningkat, menyebabkan efek negatif pada kesehatan manusia dan ketersediaan pangan.

 

Keunggulan

 

·         Abstrak memuat informasi yang menggambarkan isi dari jurnal.

·         Penulis menjelaskan jenis-jenis ektoparasit yang sering menyerang manusia serta ternak domestic.

·         Penulis menjelaskan bagaimana ektoparasit dapat bertahan melawan obat antiparasit.

·         Penulis menjelaskan beberapa alternatif kontrol yang dapat dilakukan dalam penanggulangan ektoparasit.

 

Kekurangan

·         Penulisan dalam jurnal masih sulit dipahami, seperti penulisan singkatan yang hanya dijelaskan sekali dalam satu kalimat/paragraf (lebih baik jika dijelaskan di halaman awal mengenai makna dari singkatan tersebut untuk memudahkan pembaca) sehingga untuk mengingat makna dari singkatan harus memeriksa paragraph-paragraf sebelumnya.

·         Alternatif kontrol yang dijelaskan oleh penulis masih membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Metabolisme : Fisiologi Veteriner II